Proses bisnis pendaftaran
Proses pendaftaran pasien di RSU Bandung berawal dari pasien datang dan mengambil nomer antrian dan mengisi data
registrasi. Petugas akan menanyakan apakah
pasien tersebut pernah mendaftar berobat atau belum. Jika pasien tersebut belum pernah mendaftar, maka pasien
diberikan form pendaftaran untuk
diisi, kemudian form tersebut akan dimasukkan kedalam sistem oleh petugas,
dibuatkan kartu pasien, dan
mendapatkan nomer antrian sesuai dengan poli tujuan. Bagi pasien yang telah terdaftar, maka petugas
akan menanyakan kartu pasien atau menyanyakan
nomer rekam medis pasien tersebut sebagai data untuk pencarian data rekam medis pada rak penyimpanan.
Cara ini juga sama untuk pasien rawat inap.
Selanjutnya, data pasien tersebut dibawa ke poli yang
dituju untuk proses pemeriksaaan dan
pengobatan. Bagian pendaftaran juga mencatat jumlah pasien yang berobat ke setiap dokter yang
bertugas di poli, data tersebut akan dijadikan
sebagai data untuk menghitung
jasa dokter perbulannya.
Sistem informasi yang ada saat ini dapat membuat nomer
rekam medis secara otomatis sehingga
tidak akan terjadi duplikasi data pada proses pemasukan data pasien baru. Jika kartu status pasien yang telah terdaftar
hilang, maka akan dibuat kartu status
baru dengan nomer rekam medis yang sama. Kelemahan sistem yang ada saat ini adalah sistem tidak
dapat menyediakan menu untuk mencetak kartu
pasien dan kartu status, sistem hanya mencatat nomer rekam medis pasien dan data umum pasien.
Flow Chart proses
pendaftaran saat ini dapat dilihat
pada Gambar diatas.
Proses bisnis poli
(rawat jalan)
Permasalahan yang terjadi
adalah pada penghitungan jasa dokter, walaupun
jasa dokter sudah dihitung sejak proses pendaftaran, dokter juga membuat catatan tersendiri yang bertujuan
untuk menghitung jasa dokter tersebut. Akibatnya
adalah bisa muncul data yang berbeda antara catatan dokter dan catatan pada bagian pendaftaran pendaftaran.
Permasalahan juga muncul ketika pasien berobat ulang, maka resep yang telah dibuat pada pemeriksaan sebelumnya
tidak dapat ditemukan dengan mudah karena berbentuk kertas yang tempat penyimpanan khususnya juga tidak ada.
Flow Chart proses
poli (rawat jalan) saat ini dapat dilihat pada Gambar diatas.
Proses bisnis
rawat inap
Dalam proses
perawatan pasien akan membutuhkan obat perawatan dan barang-barang habis pakai
atau tambahan lainnya seperti oksigen,
infuse, dll. Semua data pemakaian
obat dan pemakaian barang-barang habis pakai lainnya tersebut dicatat oleh perawat pada buku perawatan yang digunakan
sebagai data untuk proses
tagihan dikasir.
Flow Chart proses rawat inap saat ini
dapat dilihat pada Gambar diatas.
Proses bisnis
apotek
Proses pengeluaran
obat di RSU Bandung terbagi kedalam empat proses yaitu pengeluaran obat untuk pasien,
non-pasien, karyawan, dan apotek lain. Proses
pengeluaran dari keempat cara tersebut mempunyai cara yang sama yaitu petugas apotek memasukkan data obat keluar
kedalam sistem dengan margin obat yang berbeda antara pasien, non-pasien, karyawan,
dan apotek lain. Rincian margin tersebut
adalah pasien dan non-pasien 25%, karyawan 5%, dan apotek lain 5%. Permasalahan yang selama ini terjadi berdasarkan penelitian yang dilakukan adalah proses pendataan
pengeluaran obat yang belum bisa dikontrol walaupun
menggunakan sistem, karena sistem tidak dapat mengeluarkan laporan penjualan obat. Akibatnya adalah obat keluar yang tidak terdata masih kerap terjadi.
Hal ini akan mengakibatkan kerugian
bagi rumah sakit.
Flow chart proses apotek saat ini dapat dilihat
pada Gambar diatas.
Proses bisnis
kasir
Permasalahan yang terjadi adalah ketika
memasuki jam-jam sibuk seperti antara
jam 10.00 - 12.00 dan pada jam 19.00 - 21.00 maka akan banyak pasien rawat jalan atau rawat inap atau
non-pasien yang mengantri untuk melakukan tagihan.
Akibatnya adalah terjadi tumpukan data yang harus dimasukkan kedalam sistem informasi. Hal ini akan
mengakibatkan pelayanan menjadi lambat karena
setiap pasien akan membutuhkan waktu sekitar 5 - 10 menit.
Permasalahan juga dialami pada saat melakukan
laporan harian dan bulanan terhadap
manajemen keuangan tentang
hasil atau perolehan
masing- masing kasir.
Permasalahan tersebut terjadi karena proses pengumpulan datanya dilakukan dengan mengecek ulang data
kwitansi dan invoice yang disesuaikan dengan jumlah uang yang ada di laci kasir,
hal ini akan mengakibatkan proses penghitungan
laporan membutuhkan waktu 30-45 menit setiap harinya.
Proses pencetakan kwistansi
dilakukan dikasir sebanyak
3 rangkap, 1 untuk
pasien dan 2 untuk data yang akan dilaporkan ke menajemen keuangan. Invoice dicetak jika pasien meminta
rincian obat dan tindakan yang dilakukan.
Proses bisnis manajemen keuangan
Proses bisnis manajemen keuangan adalah proses pelaporan seluruh pemasukan dan pengeluaran rumah sakit. Pada saat ini proses bisnis pada manajemen keuangan belum menggunakan sistem informasi. Proses yang dilakukan adalah manajemen keuangan mengumpulkan data tagihan pasien rawat inap, rawat jalan, dan tagihan lainnya yang bebentuk kwitansi dan invoice yang diberikan oleh kasir, kemudian data tersebut diperiksa dan dirangkum dalam bentuk excel, kemudian dijadikan sebagai bahan laporan keuangan bulanan.
Permasalahan terjadi pada proses bisnis manajemen keuangan adalah ketika pegawai melakukan kasbon. Data kasbon tersebut dicatat oleh manajemen keuangan. Jika karyawan yang melakukan kasbon cukup banyak maka akan menjadi pekerjaan tambahan bagi menajemen keuangan untuk menghitungnya. Permasalahan selanjutnya terjadi jika pegawai kasir melakukan kesalahan karena terdapat selisih antara uang dilaci dan kwitansi sebagai laporan hariannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar